Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, RI Bidik Kuasai Teknologi Chip
- account_circle Bambang Hartadi
- calendar_month Sab, 28 Feb 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan MoU antara BPI Danantara dengan Arm Limited di London, Inggris. (Foto: setkab.go.id)
London, Transdata.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/2). Kehadiran Kepala Negara menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan penguasaan teknologi semikonduktor sebagai agenda strategis nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kerja sama tersebut dirancang untuk membuka jalan bagi Indonesia menguasai teknologi chip, terutama pada sektor desain yang merupakan bagian paling hulu dalam industri semikonduktor.
Arm, kata dia, merupakan pemain dominan di tingkat global, dengan penguasaan sekitar 96 persen teknologi chip otomotif dan hampir 94 persen desain chip untuk pusat data serta kecerdasan buatan.
Melalui kemitraan ini, Indonesia menargetkan percepatan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 15 ribu insinyur nasional akan dilatih dalam ekosistem Arm agar mampu menguasai desain chip dan teknologi semikonduktor generasi berikutnya. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi kemandirian industri teknologi tinggi di dalam negeri.
Airlangga menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri. Upaya ini melengkapi strategi besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan energi, sekaligus menjadi lompatan cepat (leapfrog) dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Senada dengan itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyebut kemitraan ini diharapkan memberi dampak luas bagi industri nasional serta memperkuat kedaulatan teknologi. Program pelatihan akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan instruktur Arm ke Indonesia dengan modul khusus yang disiapkan sesuai kebutuhan industri.
Rosan mengungkapkan, terdapat enam sektor industri yang akan dipilih untuk pengembangan chip nasional. Sementara itu, Airlangga menambahkan bahwa fokus pengembangan desain chip akan diarahkan pada bidang-bidang intellectual property (IP) strategis, seperti teknologi otomotif, internet of things (IoT), pusat data, perangkat rumah tangga, hingga opsi futuristik seperti kendaraan otonom dan komputasi kuantum. Seluruh hak kekayaan intelektual dari pengembangan tersebut ditargetkan berada di tangan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menjadi penanda ambisi Indonesia untuk naik kelas dalam rantai pasok global—bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi. Pemerintah memandang penguasaan teknologi sebagai “turbocharger” pertumbuhan ekonomi nasional, yang akan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam menuju visi Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Bambang Hartadi


Saat ini belum ada komentar