Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Investasi » Danantara Kepincut Investasi Pasar Modal, Fokus Pada Saham Berkualitas

Danantara Kepincut Investasi Pasar Modal, Fokus Pada Saham Berkualitas

  • account_circle Bambang Hartadi
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Transdata.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membidik peluang investasi di pasar global. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari fokus domestik menuju penetrasi pasar internasional, sejalan dengan praktik umum sovereign wealth fund (SWF) di berbagai negara.

Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menjelaskan bahwa ekspansi ini bertujuan mendapatkan diversifikasi risiko yang lebih baik sekaligus mengejar imbal hasil yang optimal setelah disesuaikan dengan risiko. Menurutnya, banyak SWF global melakukan hal yang sama untuk menjaga efisiensi pengelolaan dana.

Ali menegaskan bahwa Danantara tidak akan sembarang masuk ke instrumen saham, terutama saham berisiko tinggi atau yang tidak memiliki fundamental kuat.

“Kalau dari saham tadi saya udah bilang juga ya kita nggak akan ke saham-saham gorengan atau saham yang PE-nya luar biasa. Kita assess dengan kriteria kita. Jadi kalau saham itu kita lihat return on equity-nya, PE-nya, dividend yield-nya, market cap, profitability-nya, dan likuiditas hariannya,” ujarnya di kantor Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).

Dengan kriteria tersebut, Danantara memastikan hanya berinvestasi pada emiten yang memiliki kinerja sehat, kapitalisasi kuat, serta likuiditas transaksi yang memadai.

Ali menerangkan bahwa untuk menjaga portofolio tetap sehat dan terdiversifikasi, sebagian dana harus ditempatkan di pasar modal luar negeri. Hal ini tidak hanya mengikuti pola SWF global, tetapi juga untuk menghindari dominasi berlebihan di pasar domestik.

Ia menuturkan bahwa ketika ukuran SWF terlalu besar dibandingkan dengan skala pasar dalam negeri, investasi yang dilakukan dapat mengganggu pergerakan harga. Karena itu, pasar internasional menjadi ruang yang lebih ideal dan luas untuk mengembangkan portofolio.

“Karena mereka udah istilahnya gemuk di dalam negerinya dan nggak bisa menjadi mover and shaker of the market di dalam negeri, mau nggak mau mereka harus berinvestasi di pasar modal luar,” jelas Ali.

Dengan strategi baru ini, Danantara berharap dapat menjaga stabilitas portofolio sekaligus meningkatkan potensi imbal hasil jangka panjang. Ekspansi global juga dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana negara tetap adaptif terhadap dinamika ekonomi internasional.

  • Penulis: Bambang Hartadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras Premium

    Surplus Beras 3,8 Juta Ton Pemerintah Fokus Tekan Harga Beras Hingga Sesuai HET

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Adi Surodjo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Kementerian Pertanian mengumumkan bahwa jumlah kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga beras terus menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat hanya 37 daerah yang mengalami kenaikan harga beras, turun dari 48 daerah pada pekan kelima Oktober. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penurunan ini merupakan […]

  • Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.

    Guberur BI Ingatkan Prospek Ekonomi Global Meredup Hingga 2027

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Abdul Kadir
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa prospek perekonomian global diprediksi masih akan menghadapi tantangan berat hingga tahun 2027. Hal itu disampaikan Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang digelar di Kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta Pusat, Jumat (29/11). Menurut Perry, terdapat lima faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi global dalam […]

  • Rp17,77 Triliun Anggaran Pegawai Sulsel, Kemana Arah Payroll ASN?

    Rp17,77 Triliun Anggaran Pegawai Sulsel, Kemana Arah Payroll ASN?

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 2
    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULSEL — Angka Rp17,77 triliun menjadi gambaran besarnya belanja pegawai pemerintah daerah di Sulawesi Selatan. Nilai tersebut sekaligus memperlihatkan betapa besarnya aktivitas keuangan yang berkaitan dengan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh wilayah Sulsel. Dalam infografis yang menjadi rujukan, total anggaran pegawai pemerintah daerah se-Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp17.770,03 miliar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan […]

  • Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

    Menkeu Purbaya Buka Layanan Pengaduan Khusus Pengusaha Mulai Pekan Depan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Bambang Hartadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, akan membuka layanan pengaduan khusus bagi para pelaku usaha di seluruh Indonesia. Layanan tersebut dirancang untuk menampung berbagai keluhan yang kerap dialami pengusaha, sekaligus sebagai upaya menjaga serta memperbaiki iklim investasi nasional. Purbaya menyampaikan bahwa layanan pengaduan tersebut akan mulai dibuka pada pekan depan dan dapat […]

  • Bandara Khusus IMIP di Morowali

    Kepmenhub Hapus Status Layanan Internasional Bandara IMIP

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Kementerian Perhubungan mencabut izin layanan penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri pada Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025 tentang Penggunaan Bandar Udara yang Dapat Melayani Penerbangan Langsung dari dan/atau ke Luar Negeri […]

  • Gedung Bursa Efek Indonesia

    BEI Catat 13 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Tujuh Beraset Besar

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa sebanyak 13 calon perusahaan tercatat berada dalam pipeline pencatatan saham hingga Jumat, 28 November 2025. Berdasarkan keterangan Direktur Penilaian Perusahaan Tercatat, I Gede Nyoman Yetna, komposisi pipeline tersebut mencakup dua perusahaan dengan aset skala kecil, empat perusahaan dengan aset skala menengah, serta tujuh perusahaan dengan aset skala […]

expand_less