Danantara Kepincut Investasi Pasar Modal, Fokus Pada Saham Berkualitas
- account_circle Bambang Hartadi
- calendar_month Ming, 30 Nov 2025
- visibility 7
- comment 0 komentar

ilustrasi Suasana lantai Bursa Efek Indonesia. (Foto: Transdata.id/Geminiai)
Jakarta, Transdata.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membidik peluang investasi di pasar global. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari fokus domestik menuju penetrasi pasar internasional, sejalan dengan praktik umum sovereign wealth fund (SWF) di berbagai negara.
Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menjelaskan bahwa ekspansi ini bertujuan mendapatkan diversifikasi risiko yang lebih baik sekaligus mengejar imbal hasil yang optimal setelah disesuaikan dengan risiko. Menurutnya, banyak SWF global melakukan hal yang sama untuk menjaga efisiensi pengelolaan dana.
Ali menegaskan bahwa Danantara tidak akan sembarang masuk ke instrumen saham, terutama saham berisiko tinggi atau yang tidak memiliki fundamental kuat.
“Kalau dari saham tadi saya udah bilang juga ya kita nggak akan ke saham-saham gorengan atau saham yang PE-nya luar biasa. Kita assess dengan kriteria kita. Jadi kalau saham itu kita lihat return on equity-nya, PE-nya, dividend yield-nya, market cap, profitability-nya, dan likuiditas hariannya,” ujarnya di kantor Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Dengan kriteria tersebut, Danantara memastikan hanya berinvestasi pada emiten yang memiliki kinerja sehat, kapitalisasi kuat, serta likuiditas transaksi yang memadai.
Ali menerangkan bahwa untuk menjaga portofolio tetap sehat dan terdiversifikasi, sebagian dana harus ditempatkan di pasar modal luar negeri. Hal ini tidak hanya mengikuti pola SWF global, tetapi juga untuk menghindari dominasi berlebihan di pasar domestik.
Ia menuturkan bahwa ketika ukuran SWF terlalu besar dibandingkan dengan skala pasar dalam negeri, investasi yang dilakukan dapat mengganggu pergerakan harga. Karena itu, pasar internasional menjadi ruang yang lebih ideal dan luas untuk mengembangkan portofolio.
“Karena mereka udah istilahnya gemuk di dalam negerinya dan nggak bisa menjadi mover and shaker of the market di dalam negeri, mau nggak mau mereka harus berinvestasi di pasar modal luar,” jelas Ali.
Dengan strategi baru ini, Danantara berharap dapat menjaga stabilitas portofolio sekaligus meningkatkan potensi imbal hasil jangka panjang. Ekspansi global juga dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana negara tetap adaptif terhadap dinamika ekonomi internasional.
- Penulis: Bambang Hartadi


Saat ini belum ada komentar