Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Rp17,77 Triliun Anggaran Pegawai Sulsel, Kemana Arah Payroll ASN?

Rp17,77 Triliun Anggaran Pegawai Sulsel, Kemana Arah Payroll ASN?

  • account_circle Muhammad Rizky
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, SULSEL — Angka Rp17,77 triliun menjadi gambaran besarnya belanja pegawai pemerintah daerah di Sulawesi Selatan. Nilai tersebut sekaligus memperlihatkan betapa besarnya aktivitas keuangan yang berkaitan dengan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh wilayah Sulsel.

Dalam infografis yang menjadi rujukan, total anggaran pegawai pemerintah daerah se-Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp17.770,03 miliar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri mengalokasikan sekitar Rp4.111,38 miliar untuk belanja pegawai.

Kota Makassar menjadi salah satu daerah dengan anggaran pegawai terbesar, yakni sekitar Rp1.902,44 miliar. Setelah itu terdapat Kabupaten Bone sebesar Rp1.110,51 miliar, Gowa Rp850,73 miliar, Bulukumba Rp722,12 miliar, Luwu Rp680,84 miliar, Pangkep Rp675,94 miliar, dan Wajo Rp662,77 miliar.

Daerah lainnya juga mencatat angka signifikan. Jeneponto memiliki anggaran pegawai sekitar Rp533,30 miliar, Sidenreng Rappang Rp545,23 miliar, Takalar Rp536,56 miliar, Soppeng Rp521,60 miliar, Palopo Rp456,04 miliar, Parepare Rp439,96 miliar, Kepulauan Selayar Rp426,26 miliar, Bantaeng Rp436,39 miliar, dan Barru Rp404,20 miliar.

Besarnya belanja pegawai tersebut tidak sekadar berbicara mengenai pengeluaran pemerintah. Di dalamnya terdapat ekosistem transaksi yang melibatkan pembayaran gaji, tunjangan, serta berbagai kebutuhan finansial aparatur.

Kondisi inilah yang membuat payroll ASN memiliki nilai strategis bagi industri perbankan, khususnya bank pembangunan daerah.

Bagi Bank Sulselbar, keberadaan transaksi keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bagian penting dalam memperkuat peran bank sebagai mitra pemerintah. Pengelolaan pembayaran gaji ASN juga berpotensi memperkuat dana pihak ketiga dan memperluas layanan perbankan kepada aparatur.

Namun, posisi tersebut kini menghadapi isu baru.

Rencana pemindahan payroll ASN ke bank-bank Himbara menjadi perhatian karena berpotensi mengubah peta pengelolaan rekening gaji aparatur di daerah.

Jika kebijakan tersebut diberlakukan, dampaknya tidak hanya menyangkut rekening payroll. Perubahan tersebut berpotensi berpengaruh terhadap pola transaksi, penghimpunan dana, hingga strategi bisnis bank pembangunan daerah.

Meski demikian, Bank Sulselbar belum mengambil sikap spekulatif terhadap isu tersebut.

Corporate Secretary Bank Sulselbar Hartani Djurnie mengatakan perseroan menghormati setiap proses perumusan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

“Bank Sulselbar menghormati setiap proses perumusan kebijakan Pemerintah,” kata Hartani.

Ia menegaskan, Bank Sulselbar akan menyesuaikan diri apabila kebijakan resmi telah ditetapkan. Selama proses pembahasan berlangsung, perseroan memilih menunggu keputusan pemerintah dan tidak berspekulasi mengenai bentuk maupun teknis pelaksanaannya.

Bank Sulselbar juga meyakini kebijakan tersebut akan melalui kajian secara komprehensif sebelum diterapkan.

Di luar polemik payroll, besarnya anggaran pegawai Sulsel sesungguhnya menunjukkan potensi ekonomi yang cukup besar. Dana yang mengalir melalui sistem pemerintahan dapat memberikan efek berganda apabila mampu dihimpun dan kembali disalurkan untuk pembiayaan produktif.

Mulai dari kredit usaha, pembiayaan UMKM, sektor perdagangan, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat dapat memperoleh manfaat dari perputaran dana tersebut.

Karena itu, Rp17,77 triliun bukan semata angka dalam struktur APBD. Nilai tersebut juga menggambarkan besarnya ekosistem ekonomi yang terbentuk dari aktivitas keuangan pemerintah dan ASN di Sulawesi Selatan.

Kini perhatian tertuju pada arah kebijakan pemerintah terkait payroll ASN.

Apakah pengelolaan rekening gaji ASN Sulsel akan tetap berada dalam ekosistem Bank Sulselbar, atau nantinya sebagian berpindah ke bank-bank Himbara?

Jawaban atas kebijakan tersebut diperkirakan akan memiliki konsekuensi terhadap strategi pengelolaan dana pemerintah sekaligus masa depan bisnis payroll perbankan daerah.

Catatan: Angka Rp17,77 triliun merupakan total anggaran pegawai sebagaimana tercantum dalam infografis yang menjadi sumber materi. Angka tersebut bukan berarti seluruh dana Rp17,77 triliun tersimpan di Bank Sulselbar. Besaran dana payroll ASN yang secara aktual dikelola Bank Sulselbar membutuhkan data resmi tersendiri.

  • Penulis: Muhammad Rizky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi Suasana lantai Bursa Efek Indonesia.

    Danantara Kepincut Investasi Pasar Modal, Fokus Pada Saham Berkualitas

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Bambang Hartadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membidik peluang investasi di pasar global. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari fokus domestik menuju penetrasi pasar internasional, sejalan dengan praktik umum sovereign wealth fund (SWF) di berbagai negara. Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menjelaskan bahwa ekspansi ini bertujuan mendapatkan diversifikasi […]

  • Gedung Bursa Efek Indonesia

    BEI Catat 13 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Tujuh Beraset Besar

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa sebanyak 13 calon perusahaan tercatat berada dalam pipeline pencatatan saham hingga Jumat, 28 November 2025. Berdasarkan keterangan Direktur Penilaian Perusahaan Tercatat, I Gede Nyoman Yetna, komposisi pipeline tersebut mencakup dua perusahaan dengan aset skala kecil, empat perusahaan dengan aset skala menengah, serta tujuh perusahaan dengan aset skala […]

  • Bandara Khusus IMIP di Morowali

    Kepmenhub Hapus Status Layanan Internasional Bandara IMIP

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Kementerian Perhubungan mencabut izin layanan penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri pada Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025 tentang Penggunaan Bandar Udara yang Dapat Melayani Penerbangan Langsung dari dan/atau ke Luar Negeri […]

  • Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.

    Guberur BI Ingatkan Prospek Ekonomi Global Meredup Hingga 2027

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Abdul Kadir
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa prospek perekonomian global diprediksi masih akan menghadapi tantangan berat hingga tahun 2027. Hal itu disampaikan Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang digelar di Kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta Pusat, Jumat (29/11). Menurut Perry, terdapat lima faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi global dalam […]

  • Ketua Umum DPP PROBO, M. Rizky Hidayatullah

    Ketum PROBO: Imlek 2577 Jadi Momentum Perkuat Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Bambang Hartadi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, Transdata.id – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dimaknai sebagai momentum memperkuat harmoni dan persatuan bangsa. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Relawan Pro Prabowo (PROBO), M. Rizky Hidayatullah, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 kepada seluruh umat yang merayakan di Indonesia, seraya mengajak seluruh elemen bangsa merawat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. […]

  • Aset Bank Sulteng Tembus Rp16,2 Triliun, Laba per September 2026 Capai Rp306,6 Miliar photo_camera 3

    Aset Bank Sulteng Tembus Rp16,2 Triliun, Laba per September 2026 Capai Rp306,6 Miliar

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 1
    • 0Komentar

    PALU, TRANSDATA.ID – Bank Sulteng memaparkan sejumlah indikator kinerja keuangan per 30 September 2026 di tengah perhatian publik terhadap penyesuaian layanan digital yang sedang berlangsung. Berdasarkan data yang disampaikan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow, aset perseroan tercatat sebesar Rp16,2 triliun dengan laba mencapai Rp306,6 miliar. Dalam konferensi pers pada Senin (26/10/2026), Judy menjelaskan bahwa Dana […]

expand_less