Ribuat Unit A320 Ditarik, Enam Maskapai Indonesia Terdampak
- account_circle Adi Surodjo
- calendar_month Ming, 30 Nov 2025
- visibility 10
- comment 0 komentar

Pesawat Airbus A320. (Foto: id.wikipedia.org)
Jakarta, Transdata.com – Produsen pesawat Airbus secara tiba-tiba melakukan recall terhadap sekitar 6.000 unit pesawat A320 yang beroperasi di berbagai negara. Keputusan tersebut turut berdampak pada pesawat jenis serupa yang berada di Indonesia, dengan jumlah mencapai 38 unit.
Recall dilakukan karena perangkat lunak atau alat fungsi kontrol pada pesawat jenis tersebut dinilai sensitif terhadap radiasi matahari. Airbus menerangkan bahwa paparan radiasi matahari yang terjadi secara intens dapat merusak perangkat lunak yang berperan penting dalam sistem kendali penerbangan.
“Analisis atas peristiwa terkini yang melibatkan pesawat A320 mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting bagi fungsi kontrol penerbangan. Oleh karena itu, Airbus telah mengidentifikasi sejumlah besar pesawat Keluarga A320 yang saat ini beroperasi dan mungkin terdampak,” tulis keterangan manajemen Airbus.
Sebagai langkah antisipasi, Airbus mengimbau seluruh maskapai pengguna pesawat A320 untuk segera melakukan tindakan pencegahan dan perlindungan terhadap perangkat kontrol penerbangan guna memastikan operasi penerbangan tetap berjalan aman.
“Airbus telah bekerja secara proaktif dengan otoritas penerbangan untuk meminta tindakan pencegahan segera dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT) guna menerapkan perlindungan perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang. AOT berdasarkan Arahan Kelaikan Udara Darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA),” lanjut keterangan tersebut.
Airbus juga mengakui bahwa langkah recall tersebut berpotensi menimbulkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan maskapai. Atas kondisi tersebut, perusahaan menyampaikan permohonan maaf.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan akan bekerja sama secara erat dengan operator, dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dan nomor satu kami,” lanjut keterangan tersebut.
Di Indonesia, sebanyak 38 pesawat Airbus A320 dioperasikan oleh enam maskapai penerbangan, yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa. Seluruh operator tersebut terdampak kebijakan recall yang diumumkan Airbus.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi dengan keenam maskapai yang mengoperasikan pesawat tipe A320 di Indonesia untuk menindaklanjuti langkah-langkah keselamatan penerbangan.
“Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan juga armada sejenis di seluruh dunia,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam keterangan tertulis.
Sebagai langkah mitigasi bagi penumpang, Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan ulang jadwal penerbangan, khususnya bagi pemegang tiket pada periode 30 November hingga 4 Desember 2025.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2025, agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing Airline,” terang Lukman.
- Penulis: Adi Surodjo


Saat ini belum ada komentar