Surplus Beras 3,8 Juta Ton Pemerintah Fokus Tekan Harga Beras Hingga Sesuai HET
- account_circle Adi Surodjo
- calendar_month Ming, 30 Nov 2025
- visibility 7
- comment 0 komentar

Beras Premium (Photo: rawpixel.com)
Jakarta, Transdata.id – Kementerian Pertanian mengumumkan bahwa jumlah kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga beras terus menurun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat hanya 37 daerah yang mengalami kenaikan harga beras, turun dari 48 daerah pada pekan kelima Oktober.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja intensif satgas pengendalian harga beras bersama Bapanas.
“Satgas pengendalian harga beras terus turun. Kemarin 48 kabupaten, tapi kini sudah turun menjadi 37 daerah. Satgas dan Bapanas sudah menurunkan harga, dan ke depan akan kita turunkan lagi. Kita tidak boleh puas,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Harga Beras Medium dan Premium Turun di Seluruh Zona
Amran juga melaporkan bahwa rata-rata harga beras medium dan premium secara nasional menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Panel Harga Pangan per 27 November:
Beras Medium
-
Zona 1: Rp 13.078/kg (turun 1,92% dari Rp 13.334/kg)
-
Zona 2: Rp 13.616/kg (turun 2,29% dari Rp 13.935/kg)
-
Zona 3: Rp 15.532/kg (turun 4,67% dari Rp 16.293/kg)
Beras Premium
-
Zona 1: Rp 14.806/kg (turun 1,01%)
-
Zona 2: turun 1,68%
-
Zona 3: turun 4,46% namun masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
BPS juga mencatat bahwa harga beras medium hingga minggu ketiga November turun 1,54%, sementara beras premium turun 1,67% dibandingkan Oktober 2025.
Stok Melimpah, Pemerintah Pastikan Harga Harus Sesuai HET
Amran menegaskan bahwa Indonesia memiliki stok beras yang sangat aman berkat peningkatan produksi tahun ini.
“Produksi beras Indonesia tahun ini meningkat pesat, jadi stok sangat aman. Masyarakat tidak boleh mendapatkan beras di atas HET, dan petani juga harus dilindungi agar harga gabah tidak jatuh. Motivasi petani harus dijaga,” tegasnya.
Indonesia Surplus 3,8 Juta Ton
Berdasarkan amatan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS pada September 2025, produksi beras nasional periode Januari–Desember diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 30,97 juta ton, sehingga menghasilkan surplus 3,8 juta ton.
FAO: Produksi RI Diproyeksi Capai 36 Juta Ton
Food and Agriculture Organization (FAO) dalam Food Outlook edisi November 2025 memperkirakan produksi beras Indonesia 2025–2026 naik menjadi 36 juta ton, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 35,6 juta ton.
FAO juga menyebut musim 2025–2026 akan mencatatkan rekor produksi beras global, naik 1,2% dibandingkan musim sebelumnya.
Dengan proyeksi 36 juta ton tersebut, Indonesia menempati posisi sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara, melampaui:
-
Vietnam: 28,2 juta ton
-
Thailand: 22,2 juta ton
-
Myanmar: 16,7 juta ton
-
Filipina: 12,5 juta ton
-
Malaysia: 1,5 juta ton
- Penulis: Adi Surodjo


Saat ini belum ada komentar