Aset Bank Sulteng Tembus Rp16,2 Triliun, Laba per September 2026 Capai Rp306,6 Miliar
- account_circle Muhammad Rizky
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

FOTO: Bank Sulteng
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU, TRANSDATA.ID – Bank Sulteng memaparkan sejumlah indikator kinerja keuangan per 30 September 2026 di tengah perhatian publik terhadap penyesuaian layanan digital yang sedang berlangsung. Berdasarkan data yang disampaikan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow, aset perseroan tercatat sebesar Rp16,2 triliun dengan laba mencapai Rp306,6 miliar.
Dalam konferensi pers pada Senin (26/10/2026), Judy menjelaskan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sulteng mencapai Rp9,6 triliun. Sementara itu, kredit yang telah disalurkan tercatat sebesar Rp9,01 triliun.
Berikut indikator kinerja keuangan yang dipaparkan manajemen:
- Total aset: Rp16,2 triliun.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp9,6 triliun.
- Kredit yang diberikan: Rp9,01 triliun.
- Laba: Rp306,6 miliar.
Angka tersebut merupakan data yang disampaikan manajemen untuk posisi 30 September 2026 dan bukan hasil verifikasi independen dalam pemberitaan ini.
Judy menegaskan bahwa keterbatasan transfer ke rekening bank lain terjadi karena proses pemeliharaan dan penyesuaian sistem teknologi informasi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berarti dana nasabah tidak dapat dicairkan.
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj. Ramiyatie, mengatakan layanan kas di kantor cabang tetap beroperasi. Nasabah juga masih dapat melakukan transfer antarrekening Bank Sulteng melalui mobile banking, sedangkan transfer ke bank lain masih dalam proses perbaikan.
Manajemen menyatakan bahwa pemeliharaan dilakukan untuk meningkatkan keamanan sistem, memperkuat infrastruktur teknologi informasi, serta menjaga keandalan transaksi. Bank Sulteng juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperbaiki layanan dan mempertahankan kepercayaan nasabah.
Selain menjalankan fungsi intermediasi perbankan, Bank Sulteng menyatakan komitmennya untuk berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembagian dividen kepada pemegang saham.
Adapun Komisaris Independen Bank Sulteng, Novi Ventje Berti Kaligis, menjelaskan bahwa fungsi pengawasan dijalankan untuk memastikan direksi mengelola operasional perusahaan sesuai ketentuan. Ia juga menyampaikan bahwa Bank Sulteng masuk kategori komposit sehat berdasarkan penilaian yang dirujuk dalam keterangannya.



- Penulis: Muhammad Rizky

Saat ini belum ada komentar